Fakta Film Tengkorak Yang Sukses Di Festival Film AS

Kiprah sineas tanah air di kancah internasional semakin tak dapat dipandang sebelah mata, seperti film berjudul Tengkorak karya Yusron Fuadi  yang kembali berhasil mengangkat nama Indonesia dengan kesuksesannya lolos pada ajang festival film Internasional Cinequest Film serta VR Festival.

 

Film dengan genre fiksi ilmiah ini sukses melaju sebagai salah satu dari deretan film terbaik dari berbagai negara bandar togel pada ajang bergengsi tersebut yang akan diselenggarakan pada Maret mendatang di Silicon Valley California Amerika Serikat.

 

Sebelum berlaga di Amerika Serikat, film besutan dosen Sekolah Vokasi UGM ini telah dirilis di tanah air pada gelaran Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tahun lalu. Film Tengkorak ini juga mendapat apresiasi yang menggembirakan dari beberapa sutradara kawakan tanah air mulai Hanung Bramantyo, Ifa Ifansyah, serta Joko Anwar.

 

Sang sutradara mengatakan bahwa filmnya memang mendapat perhatian dari Joko Anwar yang karyanya juga ditampilkan di JAFF 2017. Sutradara top tersebut juga mengakui bahwa film Tengkorak dengan pemeran utama Eka Nusa Pertiwi tersebut memang merupakan karya yang bagus.

 

Sambutan menggembirakan baik dari para sineas kawakan sekaligus masyarakat pecinta film tanah air ini memang sebanding dengan perjalanan panjang yang harus ditempuh Yusron untuk memproduksi film perdananya ini. Untuk kebutuhan gambar dalam filmnya dibutuhkan waktu syuting selama 127 hari.

 

Walaupun pengambilan gambar untuk film ini memakan waktu 127 hari, tetapi sejatinya film karya dosen serta mahasiswa Sekolah Vokasi jurusan Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (KOMSI) ini membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk selesai, yaitu mulai akhir 2014 hingga November 2017.

 

Salah satu penyebabnya adalah film ini tak melibatkan produser yang dapat menggelontorkan dana besar, selain itu sang sutradara yang juga pengajar ini mempunyai rutinitas harian di UGM. Secara jujur ia mengatakan bahwa penggarapan film ini kebanyakan menggunakan dana pribadinya sehingga tak dapat membayar artis dan kru dengan jumlah besar.

 

Jadi di sela-sela waktu bekerja serta kuliah itulah mereka menggarap film tersebut. Yusron sendiri adalah alumnis Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

 

Untungnya walaupun kesulitan mencari sponsor tetapi film ini didukung oleh actor dan aktris professional seperti Eka Nusa Pertiwi yang juga pemeran utama pada film Mata Tertutup besutan Garin Nugroho, Rukman Rosadi, Guh S. Mana, Darwis Triadi, Giras Basuwondo, Kedung Kharma, hingga Wikan Sakarinto yang juga Dekan kampus rekan Yusron.

 

Mereka semua berperan dalam film ini secara sukarela tanpa bayaran. Film Tengkorak kini tengah menanti turunnya izin dari LFS untuk bisa tayang regular pada bioskop-bioskop komersil Indonesia.

 

Synopsis Film Tengkorak

Film ini mengisahkan tentang penemuan fosil tengkorak manusia yang panjangnya mencapai 1850 meter sehingga membingungkan banyak kalangan.  Beberapa bahkan menginginkan penemuan tersebut dirahasiakan dari para akademisi. Penemuan ini membangkitkan rasa penasaran seorang gadis yang akhirnya bertekad untuk menemukan jawaban dari misteri tengkorak raksasa tersebut.

 

Petualangannya dalam memecahkan misteri tersebut dapat disaksikan penonton pada film berdurasi 130 menit ini. Yang menarik, naskah film ini ternyata terinspirasi dari kisah masa kecil Yusron saat masih mengikuti les mengaji di Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Sementara ini Anda dapat menyaksikan trailer film ini di situs berbagai video paling populer YouTube sebelum ditayangkan di layar lebar.

Setelah beberapa kali diikutkan dalam ajang festival dan tidak lolos, rupanya buah kerja keras para kru serta sutradara bermuara pada festival internasional Cinequest Film dan VR Festival 2018.

 

Bagi sang sutradara, Yusron Fuadi, kesuksesan film ini pada ajang internasional seakan telah melepas beban moralnya pada orang-orang yang terlibat secara sukarela dalam penggarapan film fiksi ilmiah ini.